Sabtu, 27 Februari 2010

Jepang dan Chili Diguncang Gempa Dahsyat

Jepang dan Chili Diguncang Gempa Dahsyat

Tokyo- Gempa dengan kekuatan 7,3 pada skala Richter mengguncang Pulau Okinawa di bagian selatan Jepang pada Sabtu pagi waktu setempat, sehingga lembaga pengawas cuaca Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setinggi dua meter.


Badan survei geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan, gempa tersebut mengguncang pukul 05.31 waktu setempat Sabtu (03.31 WIB), 52 mil di sebelah timur kota Naha, sekitar 1.600 kilometer di sebelah selatan ibu kota Jepang, Tokyo.

Badan Meteorological Jepan menyebutkan kekuatan gempa 6,9 pada skala Richter.

Gempa sering mengguncang Jepang, salah satu daerah yang secara seismik paling aktif di dunia. Negara tersebut menghadapi sebanyak 20 persen dempa dengan kekuatan 6 atau lebih di dunia.

Pada Oktober 2004, gempa dengan kekuatan 6,8 pada skala Richter mengguncang wilayah Niigata di Jepang utara, menewaskan 65 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang.

Hal itu adalah gempa paling mematikan sejak sejak gempa dengan kekuatan 7,3 pada skala Richter mengguncang Kobe pada 1995, dan menewaskan lebih dari 6.400 orang.

Gempa Chili
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) merevisi kekuatan gempa yang melanda Chili hari ini. Sebelumnya USGS melansir gempa berpusat di barat daya Ibukota Chili, Santiago, itu berkekuatan 8,3 skala Richter, namun kemudian direvisi jadi 8,8.

Versi lainnya, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik melansir gempa yang terjadi pukul 13.34 Waktu Indonesia Barat itu berkekuatan 8,5 skala Richter. Pusat Peringatan Tsunami juga merilis ancaman tsunami akan melanda Chili, Peru, Ekuador, dan Hawaii.

Menurut US Geological Survey, gempa berpusat di 35,826 lintang selatan dan 72,669 bujur barat, atau 317 km barat daya Ibukota Chili, Santiago. Gempa ini di kedalaman 59,4 kilometer di lepas pantai Maule, Chili.

CNN melaporkan, Hotel Marriott di Santiago tak rusak akibat gempa ini. Alessandro Perez, yang berada di hotel itu, menyatakan kaca-kaca pecah namun tak ada kerusakan struktural akibat gempa itu. Juga tak ada korban luka.

Gempa ini diduga berakibat parah di Kota Concepcion, kota kedua terbesar di Chili. Concepcion hanya berjarak 115 kilometer dari pusat gempa di kedalaman 59 kilometer.

Gempa Chili, Pantai Asia Terancam Tsunami
Gempa berkekuatan 8,8 skala richter (SR) yang mengguncang Chili mengancam Asia. Ada prediksi, sekitar 24 jam setelah gempa di Chili bisa menimbulkan gelombang tsunami di garis pantai Asia, terutama Jepang dan sekitarnya.

Seperti dilansir The Washington Post, Sabtu 27 Februari 2010, pejabat di Jepang dan Australia mengeluarkan peringatan dini ancaman tsunami.
Ancaman itu diprediksi akan terjadi hingga setelah 24 jam gempa dahsyat mengguncang barat daya Ibu Kota Chile, Santiago. Pacific Tsunami Warning Center yang berdomisili di Hawaii sudah mengeluarkan peringatan ancaman kemungkinan tsunami di wilayah itu.

Ancaman bencana tsunami akibat gempa dahsyat itu bisa secara luas mengancam garis pantai Asia. "Pejabat terkait harus segera mengambil tindakan tepat terkait ancaman ini," tulis Pacific Warning Center di Hawaii.

Kendati demikian, gelombang awal yang kemungkinan terjadi belum tentu merupakan yang terbesar dan tertinggi dari tsunami. Hal itu masih sulit diprediksi karena ancaman itu tergantung dari karakteristik topografi masing-masing garis pantai.

Gempa di Chili pada 1960 pernah mengakibatkan gelombang tsunami. Saat itu, gempa yang mengguncang Chili mencapai 9,5 skala richter.
Itu merupakan terkuat yang pernah tercatat. Sedikitnya akibat gempa itu 140 orang dilaporkan tewas di Jepang, 61 di Hawai dan 32 di Filipina.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang, gelombang tsunami yang tercipta saat itu mencapai ketinggian sekitar 1-4 meter.
Gempa berkekuatan 8,8 skala richter (SR) mengguncang Chili sekitar pukul 13.34 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berpusat di 35,826 lintang selatan dan 72,669 bujur barat, atau 317 km barat daya Ibukota Chili, Santiago. Gempa ini di kedalaman 59,4 kilometer di lepas pantai Maule, Chili.

Gempa ini diduga berakibat parah di Kota Concepcion, kota kedua terbesar di Chili. Concepcion hanya berjarak 115 kilometer dari pusat gempa di kedalaman 59 kilometer.

Pacific Tsunami Warning Center mengeluarkan rilis "sebuah peringatan tsunami untuk Chili dan Peru." Selain itu, tsunami juga diperkirakan bisa melanda Ekuador./antara/VIVAnews Berita Islam Terkini Lainnya :
Berita Internasional
Gempa Chile Diikuti 11 Gempa Susulan
Sabtu, 27 Februari 2010 | 20:36 WIB
AP Photo/David Lillo
Kendaraan berguling akibat gempa di dekat Santiago.
TERKAIT:

SANTIAGO, KOMPAS.com – Dalam waktu 2,5 jam setelah gempa berkekuatan 8,8 skala Richter mengguncang Chile, U.S. Geological Survey mencatat ada 11 gempa susulan, lima diantaranya berkekuatan 6,0 SR atau lebih. Gempa utamanya sendiri berlangsung selama 90 detik.

Mulanya benda-benda berjatuhan. Lalu ada gelombang bergerak dari selatan ke utara. Menggoyangkan segalanya.

Dalam tayangan televisi Chile, menyusul gempa tersebut, tampak gedung-gedung roboh, mobil-mobil remuk tertimpa bangunan, dan jalanan menjadi retak. Puluhan warga terlihat berhamburan keluar rumah, banyak di antaranya membawa kopor dan tas.

Akibat gempa berkedalaman 35km yang terjadi pada pukul 3.34 waktu setempat atau pukul 13.34 WIB itu, menurut pernyataan terakhir yang dikeluarkan Presiden Chile Michele Bachelet, korban tewas telah menembus angka 78 orang.

Kondisi kerusakan yang parah membuat Presiden Bachelet mengumumkan keadaan bencana di Chile. Meski begitu, ia menghimbau warga agar tidak panik dan menghindari bepergian karena kondisi gelap gulita menyusul padamnya aliran listrik. "Masyarakat diminta tetap tenang. Kami akan melakukan segala hal yang diperlukan dengan segala kekuatan yang kita miliki. Semua informasi yang berkembang akan segera disebarkan," ujar Bachelet.

Gempa hebat ini berpusat sekitar 325 kilometer baratdaya ibukota Chile, Santiago dan sekitar 115 kilometer dari Concepcion, kota kedua terbesar di Chile.

Gempa itu sangat dahsyat dan berlangsung cukup lama. Marco Vidal, seorang warga yang berada di Santiago mengatakan, "Mulanya benda-benda berjatuhan. Lalu ada gelombang bergerak dari selatan ke utara. Menggoyangkan segalanya."

Sedangkan Cynthia Iocono, saksi dari Linwood, Pennsylvania, mengira gempa itu adalah kereta yang lewat. "Namun saya sadar, tidak ada kereta di sini. Lalu lampu mulai berjatuhan disusul televisi yang seperti terlempar ke lantai."

Di Santiago, gedung-gedung modern dibangun dengan teknologi anti gempa. namun banyak bangunan tua yang tak berhasil menahan goncangan, termasuk gereja Nuestra Senora de la Providencia, yang loncengnya jatuh. Banyak bangunan apartemen dan gedung parkir yang ambruk sehingga mobil-mobil di bawahnya remuk.

Sebelumnya sempat ada peringatan tsunami yang disebarkan ke beberapa lokasi. Namun peringatan itu telah dicabut.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar